Pertama Kali Mengenakan Gi dan Hakama Kendo


Saya menemukan beberapa catatan yang di tulis sekitar tahun 2002. Sebagai informasi, saat itu adalah awal mula mengenal olahraga Kendo. 

Saya akan pos beberapa catatan di sini. Font tulisannya sengaja menggunakan model lain, agar pembaca mudah membedakan dari tulisan di masa sekarang) ;

Jumat, 1 November 2002

Tahun ini saya tercatat bergabung dengan klub Kendo. Olahraga yang mengasyikkan.

Biasanya karena masih pemula, saya cukup berlatih dengan baju olah raga apa adanya. Dan itu berlangsung cukup lama. Sayang saya dulu tidak sempat menuliskan awal mula mengikutinya, padahal akan sangat menarik sebagai catatan.

Setelah melalui berbagai latihan, akhirnya waktunya sudah tiba untuk saya harus memakai seragam kendo yang terdiri dari Kendo-gi (atasan) dan Hakama (bawahan).


Kendo-gi mudah didapat. Tapi hakama, saya harus pesan dulu. Sebab tidak sembarangan bikin dan perlu dikasih nama juga.  Saya ingat saat sempat ikut aikido, hakama hanya dikenakan yang berlevel tinggi seperti senseinya. Hakama, bagi saya, identik dengan level yang sudah bukan ecek-ecek.

Singkat cerita,  hari ini saya akan mengambil pesanan Hakama, setelah kemarin sempat datang untuk mengukur size nya dulu. Penjahitnya seorang ibu rumah tangga asal Jepang yang menikah dengan orang Indonesia. Dia menerima pesanan baju bela diri seperti Kendo ini.

Disana saya melihat hakama yang telah selesai dibuat. Jahitannya rapi sekali. Warnanya biru tua. Tapi yang paling saya suka adalah bordiran nama Jepang saya dalam huruf katakana di bagian belakang. 

Pertemuan berikutnya di Kendo dojo, saya tidak perlu memakai baju olah raga bebas lagi.

Natsukashii...nostalgia sekali. πŸ˜†

Penjelasan cerita di atas, bahwa dalam mempelajari Kendo memang memiliki urutan seperti itu. Sebagai pemula kita belum bisa langsung pakai hakama apalagi bogu. Cukup datang  memakai baju olahraga casual biasa saat hendak melakukan latihan dasar. Mengapa demikian? Karena setelah kurang lebih 6 bulan, selalu ada saja peserta yang berguguran. Alias merasa kurang cocok dengan olah raga Kendo ataupun berhenti karena alasan lain.

Setelah lulus ujian,  peserta yang tersisa sudah terbukti konsisten dan memiliki grade, setelah itu wajib mengenakan hakama. 


Bagian-bagian dari Hakama Kendo dan filosofinya (sumber : TERRIENSEUL @pinterest) 

Hakama pertama saya masih tersimpan rapih di lemari sampai sekarang. Bahannya masih bagus, sayang bagian Koshi-Ita (yang kaku di bagian belakang) sudah nggak kaku lagi, mungkin karena usia atau terlalu sering dicuci. 

Gi-nya? Sudah entah kemana.πŸ˜… Seingat saya, untuk Gi, peserta dapat membelinya dimana saja dan dulu tidak wajib berwarna biru indigo. 

Berdasarkan catatan lama berikutnya seputar hakama  : 

Dulu saya memakai atasan baju karate untuk kendo-gi, selain kurang nyaman, lengan terlalu panjang terasa panas, apalagi ketika mengenakan bogu. Pendeknya lengan ternyata memang perlu untuk menyesuaikan diri dengan pemakaian kote. Setelah mencoba memakai baju kendo-gi yang memang khusus kendo, nyaman sekali, karena selain pas di badan, tidak berantakan  ketika mengenakan hakama, juga terasa lebih dingin.

Karena itu apabila mampu tidak ada salahnya memakai baju yang memang untuk kendo.

Melakukan impor di awal tahun 2000-an tidak semudah hari ini, dimana sekarang sudah banyak bertebaran model pembelian online dan e-commerce. Cara paling praktis saat itu adalah membeli produk dalam negeri, yang mutunya cukup baik. 

Saya  memesan hakama pertama di ibu Seiko di daerah Manggarai, Jakarta.  Sistemnya made-to-order.  Kita di ukur dulu lalu hakama di buat. To my surprise, bu Seiko masih menerima berbagai pesanan seragam olahraga bela diri sampai sekarang (dari Aikido hingga Kendo). 

Kapan-kapan soal ini akan dibahas pada postingan berikutnya.


Gambar : ninecircle.co.uk

No comments

Powered by Blogger.