Motomura, Furuhashi, & Kozai Sensei Farewell

Di dojo, para sensei Jepang datang dan pergi. Itu sudah biasa terjadi selama bertahun-tahun. 

Salah tiga dari mereka yang baru-baru ini pergi adalah  Motomura, Furuhashi, dan Kozai sensei. Mereka sekarang sudah kembali ke Jepang.  Karena baru terhitung kendo lagi sejak mulai pandemi, saya tidak terlalu lama merasakan belajar dengan mereka. Tapi saya punya sedikiit kesan pribadi tentang para sensei ini. πŸ€”

Motomura sensei yang berperawakan serius seperti samurai, sangat ringan tangan. Bukan dalam artian suka memukul, nggaklah. Lebih ke tidak segan menolong, salah satunya  bantu memperbaiki shinai para beginner yang rusak. Dan kelihatan mahir sekali. Saya sampai menjulukinya "the shinai engineer sensei" (dalam hati). 🀭

Furuhashi sensei orangnya  "sumeh" alias murah senyum. Mirip orang Jawa (tapi versi Jepang). Humoris dan kelihatan banget tipikal nggak suka formalitas. Kalau muridnya sudah mulai gesture formal-formal dia suka terlihat menghela nafas dengan ekspresi kocak, yang seperti mengatakan. 

"Alah. Udahlah gak usah sampai kayak gitu." πŸ˜†

Kozai sensei, well di sekitar saya dari senpai hingga kohai kagum bener sama beliau, apalagi jika sudah bertarung. Bisa dibilang jagoannya di dojo. Waktu tachikiri saja rekornya nyaris tak terkalahkan! 😬 Meski jagoan begitu, saya ingat  saat giliran mengajari gerakan dasar, dia cukup sabar. Sampai saya dapet feel-nya, baru beliau puas.

Walaupun cuma sebentar, bagaimanapun juga saya pernah belajar dari mereka bertiga. Yang selalu saya ingat betul, di akhir sesi latihan tidak ada kata-kata yang keluar selain motivasi dan penambah semangat.

Well, mereka memang sudah pergi, tapi ingatan tentang mereka tetap segar di ingatan murid. Terima kasih, semoga sukses dan sampai jumpa lagi, sensei.


All pictures are taken by kendomyid except the 6th pic is taken by daninobi

No comments

Powered by Blogger.